Hai kawan.
Lihat sekeliling kalian.
Masihkah pelangi muncul setelah hujan berhenti?
Karena jujur, aku rindu dengan pelangi itu.
Disini aku sedang terjun ke dalam jurang.
Entah untuk berapa lama lagi, tapi aku pastikan sekarang aku tidak lagi bisa melihat cahaya saat menoleh ke atas.
Persetan dengan tulisan ini.
Bukan sajak ataupun puisi.
Isinya hanya suara hati.
Dari orang yang sedang berjuang setengah mati.
Sendiri.
Aku rindu kawan.
Rindu langit biru yang ditemani awan.
Haha.
Maafkan atas apa yang aku tulis.
Karena aku bukan penulis.
Hanya insan yang lelah akan hidup yang sadis.